UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENDIGITALISASI PASAR DI INDONESIA


JAKARTA, TaxCenter -- Pandemi Covid - 19 yang melanda Indonesia telah memberikan berbagai macam perubahan atas segala sektor yang ada di Indonesia.

Salah satu sektor yang terkena dampak perubahan tersebut adalah sektor perdagangan. Adanya Pandemi Covid – 19 dan juga perkembangan digital yang berkembang dengan pesat telah mengubah perilaku dari para konsumen dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Dengan adanya Pandemi Covid – 19 para konsumen harus mengurangi mobilitas mereka di tempat ramai, dan perkembangan digital sangat berperan bagi para konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka melalui fasilitas MarketPlace yang tersedia.

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia tengah berusaha untuk mencapai target berupa digitalisasi 1.000 pasar rakyat dan 1 juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Walaupun demikian, keberadaan dari pasar konvensional akan tetap menjadi perhatian dari Pemerintah Indonesia.

Bapak Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa digitalisasi pasar rakyat dilakukan sehingga para pedagang dapat mengakses Marketplace.

Hal ini sangat perlu dilakukan di era digital yang sedang melaju dengan pesat dan juga pola belanja dari para masyarakat yang sudah bergeser dari sistem Offline ke sistem Online. Kemudian dengan adanya pandemi Covid-19 menjadi pemicu dari pergeseran pola konsumsi para masyarakat.

Menurut bapak Zulkifli Hasan, bahwa digitalisasi pasar dapat memberikan kemudahan untuk terjadinya pertemuan antara para pedagang dengan pembelinya. Pertemuan yang dimaksud tersebut tidak semata mata hanya terjadinya tatap muka tetapi alur komunikasi dan juga rantai distribusi yang bisa di persingkat.

Kemudian Pemerintah Indonesia yakin dengan adanya digitalisasi pasar dapat meningkatkan keuntungan dari para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), dengan adanya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih dari 64 juta, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dapat mengakselerasi transformasi digital di sektor perdagangan.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk dapat memperdalam digitalisasi pasar. Kerja sama yang telah terjadi di antara lainnya dengan Bank Indonesia (BI) melalui program transaksi nontunai Sehat, Inovatif, Aman, Pakai (SIAP) dan juga Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), dan juga pemanfaatan lokapasar melalui Marketplace Tokopedia.

Selain itu terdapat kerja sama lainnya di antaranya pemanfaatan Ride Hailing melalui platform Grab, penerapan situs web pasar, informasi harga dan pencatatan omzet pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), penerapan informasi harga barang kebutuhan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), dan juga penerapan pembayaran retribusi secara elektronik melalui perbankan daerah maupun nasional. 

Sebagai informasi bahwa sampai dengan bulan Juli 2022 sudah ada sebanyak 2.047 pasar rakyat yang telah menggunakan situs web pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), 10 pasar rakyat Onboarding pemasaran secara digital melalui platform Tokopedia.

Kemudian terdapat 537 pasar rakyat yang memanfaatkan e-monitoring harga barang kebutuhan pokok (Bapok) melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), dan 9,7 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah memanfaatkan Sehat, Inovatif, Aman, Pakai (SIAP) dan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Selanjutnya, sebanyak 106.702 pedagang telah memanfaatkan pembayaran retribusi secara elektronik yang Onboarding dan pemanfaatan platform digital, dan juga rencana untuk pengimplementasikan pembukaan GrabMart bagi pedagang pasar di 6 kota di Indonesia.

Kemudian Menteri Perdagangan (Mendag) juga meminta kepada seluruh dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk dapat turut mensosialisasikan dan juga mendorong program digitalisasi pasar rakyat kepada para pengelola pasar dan pedagang pasar sehingga dapat mempercepat proses dari program Digitalisasi Pasar Rakyat di Indonesia.

Perkoppi berharap melalui program digitalisasi tersebut dapat terus membantu para pedagang dan pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) untuk dapat terus menjalankan roda perekonomian di Indonesia.


Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim